KUNJUNGAN SD THERESIANA 02 KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN GIRI TUNGGAL
10 November merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan pada tanggal 10 November 1945, terjadi pertempuran besar setelah kemerdekaan yang juga disebut sebagai pertempuran Surabaya. Pada pertempuran tersebut, rakyat Surabaya bersatu untuk bertempur melawan tentara Inggris yang bersekutu dengan Belanda. Mereka menginginkan semua rakyat Indonesia menyerah sehingga kembali menjadi jajahan Belanda. Sebanyak 6000 rakyat Indonesia gugur pada kejadian tersebut untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai dengan perjuangan yang berat dan lama. Hari bersejarah itu kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November ini mengingatkan bangsa Indonesia untuk menghargai jasa para pahlawannya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” demikian kata Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia yang telah menikmati indahnya kedamaian pada masa kemerdekaan ini sudah selayaknya kita tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang mewujudkan hal tersebut.
Makna dari peringatan Hari Pahlawan tersebut perlu disampaikan kepada generasi penerus bangsa. Menyadari hal ini, SD Theresiana 02 Semarang mengadakan kegiatan untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal di Jalan Sriwijaya Semarang pada hari Jumat, 12 November 2021. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah mengajak para peserta didik untuk bisa menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur pada masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan. Sebanyak 20 peserta didik yang terpilih bersama 4 orang guru dan 1 tenaga kependidikan mengikuti kegiatan ini dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Makam pahlawan yang pertama dikunjungi oleh para peserta didik dan guru adalah makam Monsinyur Albertus Soegijapranata. Beliau adalah orang Indonesia pertama yang diangkat menjadi Uskup Agung, pemimpin umat Katholik. Sebelum melakukan tabur bunga dan doa di makam Monsinyur Albertus Soegijapranata, para peserta didik mendengarkan kisah perjuangan beliau secara singkat yang disampaikan oleh guru. Dengan mengetahui kisah tersebut para peserta didik diharapkan untuk meneladani sikap-sikap kepahlawanan yang dimiliki Monsinyur Albertus Soegijapranata.
Setelah melakukan doa dan tabur bunga di makam Monsinyur Albertus Soegijapranata, para peserta didik diajak menaburkan bunga dan berdoa secara pribadi ke makam-makam pahlawan yang lain. Hal tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur pada masa perjuangan untuk merebut kemerdekaan.
Kegiatan berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Dengan melakukan kegiatan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal ini diharapkan tumbuh rasa syukur dalam diri para peserta didik bahwa mereka hidup di masa damai yang merupakan hasil dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Para peserta didik juga diharapkan memiliki dorongan hati untuk membalas pengorbanan para pahlawan dengan berusaha menjadi generasi penerus bangsa yang berguna bagi bangsa dan negara.
